Kamis, 24 Mei 2012

Kisah Syukur Petani dan Pengendara Mercy

Mungkin kamu pernah merasa benci dengan hidupmu. Benci karena kamu ga bisa seperti mereka yang selalu bawa mobil ke kampus, sementara kamu harus jalan kaki. Benci karena kamu ga bisa ini, ga bisa itu, ga seperti si A yang selalu bisa gonta ganti gadget atau ga seperti si B yang selalu bisa nonton konser artis-artis dunia. Akhirnya kamu hanya menghabiskan sisa hidupmu untuk envy ke orang lain dan ga pernah bahagia. Hemm,,capek ya lama-lama kalo seperti itu. 

Mungkin kisah isnspiratif di bawah ini bisa sedikit membuka pikiran kita untuk belajar bersyukur. Yuukk mari dibaca. Semoga bermanfaat :D

------

 

Suatu hari ada seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya,”Lihat Bu,betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan,tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yg harus lelah berjalan untuk sampai kerumah.” 

Sementara itu pengendara motor dan istrinya yg sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya,”Lihat Bu, betapa bahagianya orang yg naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.” 

Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat,”Lihatlah Bu, betapa bahagia orang yg naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tdk spt mobil kita yg sering mogok.” 

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yg berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dlm hati,”Betapa bahagianya suami istri itu,mereka dgn mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku & istriku tdk pernah punya waktu utk berduaan karena kesibukan masing-masing.” 

Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup org lain. 

Bersyukurlah senantiasa atas hidup kita, supaya kita tahu dimana kebahagiaan itu berada.


dicomot dari: http://www.ronywijaya.web.id/2011/08/kisah-syukur-petani-dan-pengendara.html

Rabu, 23 Mei 2012

Pasangan dari Allah SWT

Pernah ga sich, kamu galau karena hingga saat ini kamu masih belum menemukan pasangan hidupmu..??
Padahal kamu sudah berdo'a padaNya dengan sungguh-sungguh. Hmmm,,jangan nyerah dulu apalagi mau gantung diri di pohon tomat,,hehe :D. Coba dech sejenak berfikir dan merenung, adakah yang salah pada diri kita..??  Allah itu Maha Adil dan Maha Tahu. Dia ga akan membiarkan kaum galau-ers ini menggalau seumur hidup..hehe.
Semoga artikel di bawah ini bisa berguna ^__^

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Allah untuk meenyenangkan hati kita dan juga memberi mberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, jawab Allah.

Tidak hanya saya meminta kepada Allah, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah memaafkan, hangat, jujur, penuh dengan damai dan suka cita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya Bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang slama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya.. Suatu malam, dalam doa, Allah berkata dalam hati saya, “Hambaku aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”
Saya bertanya,”Mengapa ya Allah?”

Ia menjawab, “Karena aku adalah Tuhan dan aku adalah Adil. Aku adalah kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar”
Aku bertanya lagi,”Ya Allah aku tidak mengerti, mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”

Jawab Allah, “Aku akan menjelaskannya kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau.

Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar,

atau memberikan sesorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam,

atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam,

seseorang yang sensitif, namun engkau tidak…..”
Kemudian Ia berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tau dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari slama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu.


Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.

Pernikahan adalah seperti sekolah - suatu pendidikan jangka panjang.
Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling

menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati
satu sama lain,

tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan
membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan
yang sempurna karena engkau tidak sempurna.

Aku memberikanmu
seseorang yang dapat tumbuh bersamamu."

Semoga bermanfaat. Terima kasih

sumber: http://blog.umy.ac.id/lintasberita/2011/01/08/pasangan/