Senin, 16 September 2013

Fakta Tentang Taiwan

Pas nganggur-nganggur kemaren, gue sempet baca postingan tentang fakta negara jepang. Trus gue kepikiran juga buwat postingan yang sama, tapi ini tentang negara Taiwan. Yuukk, cap cuusss aja yaa :P
  1. di Taiwan, cewe2nya tetep pakek hotpant meskipun itu lagi musim dingin (ga abis pikir gue).
  2. di setiap tempat umum, selalu ada toilet khusus untuk penyandang cacat.
  3. setiap manula di Taiwan, punya pengasuh khusus. Kalo ga orang Indonesia yang orang Filipina.
  4. orang-taiwan makan siang tepat jam 12 siang dan makan malam tepat jam 6 sore (ini udah ga bis diganggu gugat).
  5. rata-rata penduduk Taiwan akan mandi di malam hari setelah mereka selesai beraktivitas, dan besok paginya sudah tidak perlu mandi lagi. Jadi tinggal cuci muka dan gosok gigi trus capcuss ke sekolah ataupun ke kantor.
  6. naik bus di Taiwan bisa menggnakan kartu pelajar atau kalo tidak, harus membayar dengan uang pas.
  7. 4 deretan seat paling depan di bus selalu diperuntukkan khusus untuk manula, ibu hamil, ibu menyusui, dan orang cacat. begitupun di kereta. selalu ada priority seat.
  8. banyak pasangan muda yang jalan2 membawa kereta dorong bayai, pas dilihat ternyata isinya anjing.
  9. cowo2 di Taiwan kalo lagi jalan bareng cewenya, mereka selalu ngebawain tas cewenya. meskipun itu cuma tas tangan yang kecil banget.
  10. ga ada satupun orang di Taiwan yang pake blacberry, kecuali orang indo yang tinggal disana. 
  11. famili restaurant di Taiwan kebanyakan "all you can aet" . harganya bervariasi antara 300 NT ke atas. jadi loe bisa makan sepuasnya mulai dari daging, seafood, sayuran, dan kue2. kalo ga abis bisa dibungkus untuk makan anjing di rumah.
Bersambung ke postingan selanjutnya ^^~


Jumat, 13 September 2013

Cerita Transit di Singapore

Ceritanya, masa study gue di Taiwan tlah usai *berderai air mata T__T. Mau tak mau aku harus meninggalkan bumi formosa itu. Tepatnya tanggal 19 Agustus 2013 gue dan dua temen gue terbang menggunakan jet star menuju Indonesia. Tanggal 19 pagi kita bertiga meninggalkan sekolah menuju bandara international Touyuan. Waktu itu Taiwan sedang dilanda hujan deras dan angin kencang. Tapi untunglah penerbangannya tidak delay. Jam 4 sore pesawat lepas landas menuju bandara international Chagi di Singapore. Sampai di Singapore sekitar jam 12 malam. Dan kita harus menunggu penerbangan ke Surabaya keesokan harinya jam 10 pagi. 

Untuk transit yang hampir 10 jam ini, kita sudah menyiapkan rencana untuk jalan-jalan keliling Singapore. But, betapa tidak beruntungnya kita... MRT ternyata sudah tidak beroperasi di atas jam 12 malam. Padahal gue udah merencanakan bakalan ngabisin duit di mustafa center dan little India :(

Ceritanya kita bertiga sudah keluar dari imigrasi dan mencari makan malam. Setelah makan malam di McD, kita bingung mau ngapain. Sebenernya fasilitas di Bandara Changi sangatlah luar biasa lengap. Mulai dari tempat istirahatt, bermain game, nonton movie, dll. Sayang oh sayang seribu sayang, gue ama temen2 gue udah keluar dari imigrasi dan enggan mau masuk lagi. Yaach, akhirnya kita ngemper deh di luar bandara menunggu pagi. Ternyata bukan hanya kita yang ngemper lhoo. Banyak banget backpacker yang berserakan tidur di tempat itu. Mungkin karena hotel-hotel di Singapora sangat mahal kali yaa..jadi mereka lebih memilih tidur di sekitaran bandara. 

Jam menunjukkan jam 6 pagi waktu Singapore. Gue ama temen2 gue bergegas membeli tiket MRT menuju ke Raffles place. Harga tiketnya sekitaran 2 $. MRT adalah transportasi utama di negara ini. Seperti halnya di Jepang dan kota-kota besar di Taiwan. Transportasi yang siip kek gini membuat orang2 tidak perlu menggunakan mobil pribadi untuk pergi ke kantor atau sekolah. Jadi jalanan ngak macet. Bermimpi suatu saat negara tercinta Indonesia punya MRT :)

Sesampainya di Raffles place (kira-kira masih jam 7an) dan kota ini masih gelap gulita. Dari sini kita harus jalan kaki menuju ke Merlion Park. Paling 10 menitan gitu udah nyampek. Yup, inilah tempat dimana patung ikan berkepala singa itu berada. Patung yang tersohor di dunia dan menjadi lambang negara Singapore. Ke Singapore, belum afdol kalo belum berpose di depan patung ini XD

Marina bay tampak dari Merlion Park
Patung ikan kepala singa tampak pada malam hari
Disini matahari terbit sekitar jam 8 pagi
Marina bay dan Singapore flyer di pagi hari

Merlion di pagi hari
Puas poto2 di merlion park, kita balik ke Changi. Cari sarapan dan nganterin temen baru kita nuker duit Singapore. Yaa, secara kebetulan baget kita bertiga ketemu anak Taiwan yang ternyata satu sekolah sama kita. Yaa, anak ini lulusan NPUST juga dan sekarang kerja di Malaysia. Dan dia merasa ga percaya gitu ketemu sama kita. 

Jam 8 balik ke Changi naik MRT dan itu udah penuh sama orang2 yang mau berangkat kerja. Benar-benar penuh sesak. Siap2 berdiri deh kalo naik MRT jam2 segitu. Di Singapore itu kalo ga orang Cina ya orang India, ada juga sih yang orang bule. Negara kecil ini adalah sebuah negara yang multi etnis. Negara yang dibangun dari keterbatasan sumber daya alam. Yuupp, sumberdaya alam yang sangat minim, memaksa mereka harus bekerja keras membangun negara ini. Alhasil jadilah negara kecil ini menjadi kekuatan baru di Asia. Indonesia harusnya mencontoh kerja keras dan etos kerja mereka..

Ayoo negeriku..bangunlah dari tidur panjangmu..!!

Senin, 19 Agustus 2013

Cerita Tentang NPUST (Part 3)

Hari ini tanggal 19 Agustus 2013, hari terakhir gue di sekolah ini. Tadi pagi saat gue mau pamitan ke teacher dan temen-temen lab, tiba-tiba perut gue rasanya aneh gitu. Ini bukan masalah gue abis makan pedes atau apa, ini kek perasaan aneh yang sulit dideskripsikan. Yaa, perpisahan itu emang selalu sakit. 

Take action for the last time. I'll miss every part of this lab T___T
Sepuluh bulan gue lab ini, Laboratory of marine molecular biology. Pertama kali gue datang ke lab ini, geu ga bisa apa-apa. Gue harus belajar dari nol tentang molecular. Secara yaa, di Indonesia gue cuma belajar teory doank. Tapi untunglah semua temen-temen lab di sini sangat helpfull and so kind. Gue juga punya teacher yang sangat amazing. He do anything for me. He help me to graduate on time. He cheers me up when i was down. He teach me to do experiment by himself. He through the rain just to take my experiment sample. He blame himself for stupid thing that I was do. And... he brought the umbrella and open the car for me #nosebleed. Sumpah gue sedih banget harus berpisah sama dia T__T

Awal-awal gue disini, mahasiswa masternya ada 7 orang, ketambahan gue jadi 8. Disini gue terhitung second year, karna untuk first yearnya udah gue lalui di Indonesia. Setiap hari gue harus datang ke lab jam 9 pagi trus pulangnya jam 9 malam. Sabtu minggu juga seringan kek gitu. Tapi pas akhir-akhir menjelang defense kemaren, gue harus rela pulang jam 4 pagi dari lab. PCR tiap hari, ngerjain thesis, revisi, dll. Masa-masa dimana mata gue udah kek mata panda, drink coffe every night, and overnight in lab with my friend Da Tou. Yaa, temen gue yang satu ini banyak banget bantu gue, kita melalui masa-masa sulit bersama and finally we get our diploma. Meskipun itu adalah tujuan utama gue disini, but I'm not so happy to get this certificate. Aneh ya gue. 

Anyway, apapun itu... gue harus nerima kenyataan bahwa besok gue harus ninggalin tempat ini, sekolah ini. Yap, ini udah waktunya packing. Semua stuffs udah gue masukin rapi ke dalam koper. Memory indah inpun bakalan gue simpen rapi di sel-sel otk gue.

The last dinner. And for the first time I celebrate my birthday at 14 August, instead at 9 sep.

Laboratory of Marine Molecular Biology Family. It's my pleasure to have you all.

Level ini sudah selesai. Gue harus segera beranjank ke level selanjutnya. Level yang gue tau bakal lebih berat dari ini. Well, it's not about the destination.. it's about the journey.

Minggu, 18 Agustus 2013

Cerita tentang NPUST (part 2)

Ini sambungan dari bagian sebelum, udah kek sinetron aja pake bersambung aja..hehehe. Di bagian ini gue pengen cerita tentang kehidupan kampus. Disini gue tinggal  di international dormitory. Satu kamar diisi sama 4 mahasiswa, banyak banget kan..? Disetiap kamar difasiitasi dengan AC dan internet 24 jam. Ada mesin cuci dan dapur.

Kamarnya kira-kira kek gini. Jadi, tempat tidur lo di atas trus meja belajarnya di bawahnya.

Di asrama ini tinggal mahasiswa dari berbagai negara kek misalnya Thailand, Vietnam, Malaysia, Afrika, Amerika latin, Negara-negara di kepulauan pasifik, eropa , Jepang dll. Yang paling seru adalah saat masak di dapur. Lu bisa berbaur dengan temen-temen asing yang lain. 
Ngomong-ngomong tentang masak, biasanya kita memilih masak sendiri untuk menghemat pengeluaran. Maklum gue dapat beasiswanya ga terlalu banyak, sedikit malah :(. Jadi mau tidak mau harus masak. Apalagi kalo tiap hari harus beli, menunya ya itu-itu aja dan tidak terlalu banyak pilihan. Karna gue muslim, makannya harus hati2. Jadi gue cuma makan ikan sama telur disini. Kalo pengen makan daging atau ayam gimana? Bisa sih, tapi ayam atau dagingnya harus beli ke kota sebelah dulu. Kasian yaaa..
Makanan disini harganya dua kali lipat dibanding di Indonesia. Sekali makan rata-rata 50-60 NTD atau setara dengan 17-20 ribuan lah. Ada banyak pilihan tempat makan. Di dalam sekolah sendiri ada dua kantin yang melayani sarapan, lunch, hingga makan malam. Atau kita juga bisa beli di warung makan depan sekolah. Menunya kira-kira kek dibawah ini: nasi, sayuran, sama ikan. 




Tapi lu ngak perlu khawatir. kalo lu lagi bokek, lu bisa ngelakuin ritual yang biasa mahasiswa indonesia lakukan, yaitu makan indomie. Yup.. minggu pertama setelah sampai di Taiwan, yang kita lakukan adalah mencari toko indo dan belanja indomie sebanyak-banyaknya. Ngak dimana-mana..indomie emang sahabat setia mahasiswa XD..
Klo misalnya lo kelaparan di tengah malam dan persediaan indomie lo udah abis...jangan khawatir men. Lu bisa ke seven-eleven deket dorm yang buka 24 jam. Kalo misalnya lu kagak ada duit buwat ke Sevel...? Yaudah, langkah terakhir lu ketok aja tetangga sebelah. Biasanya sih tetangga kamar kita masih anak indo juga. Masa iya sih dia bakal tega ngeliah saudara setanah airnya kelaparan...??

Nah, itu tadi masalah makanan. Sekaran gue ceritain masalah transportasi. Jadi ceritanya kampus ini amatlah luas. Mahasiswa kebanyakan membawa scooter. Kita juga bisa membeli scooter. Tapi ga usah yang baru, beli aja yang second...yang penting kan bisa jalan :P. Karena kita tidak memiliki driving lisence, jadi kita ga bisa bawa scooter keluar gate. Bisanya cuma muter-muter kampus doank. Kalo lo misalnya mau keluar buwat jalan-jalan atau shooping ke kota, lu bisa naik bus. Biar lebih murah, bayar bus bisa pakek student card. Jadi, lu harus isi dulu student card lo di 7-11. Abis itu tinggal digesek aja deh. Student card ini berfungsi seperti easy card, lu bisa makek buwat naik kapal fery atau naik bus. Hebat kannn..?

Untuk hiburan...?
Jadi begini ya sahabat-sahabatku yang super. Karena kampus ini terletak di desa, yaa kalo lu pengen cari hiburan..harus ke kota dulu. Tapi klo lu misalnya pengen hemat..lu nikamati aja fasilitas yang ada di sekolah. Misalnya, lu bisa bersepeda atau jalan-jalan keliling sekolah. Bisa juga hunting picture di danau. Lu juga bisa renang, main basket, bulu tangkis, tenis, sepak bola, base ball. Pokonya yang namanya fasilitas olah raga disini itu lengkap banget. Kalo lu pengen nonton, bisa ke library. Di sini disediakan ruang privasi bwt nonton filem. Setiap sabtu minggu, kampus ini biasanya jadi tujuan wisata masyarakat sekitar yang membawa serta seluruh anggota keluarganya untuk menikmati suasana pedesaan yang asri dan tentram..hehehe. 

Well, itulah sekelumit cerita tentang kehidupan kampku tercinta.
Masih bersambung ke bagian berikutnya... :')




Jumat, 16 Agustus 2013

Cerita tentang NPUST (Part 1)

Kurang lebih 10 bulan yang lalu pertama kali gue menginjakkan kaki di tempat ini, National Pingtung University of Science and Technology. Cerita panjangpun dimulai disana. 10 September 2012, hari pertama gue masuk lab dan diperkenalkan dengan pembimbing gue dan temen2 lab. Hari itu adalah summer dan terik matahari sangat menyengat. Gue harus mengayuh sepeda ke departemen gue yang jaraknya cukup jauh dan lumayan menanjak. Bener-bener butuh perjuangan. Beberapa hari kemudian, akhirnya gue beli scooter second 50cc yang ternyata harganya terlalu mahal. Gue baru tau itu pas beberapa hari yang lalu gue ngejual itu scooter dengan harga setara dengan sepasang sepatu. Sedih sih, tapi yaa sudahlah. Scooter itu udah nemenin perjuangan gue disini. Dan berkat scooter ini pula akhirnya gue bisa naik motor..hehehe.


Ini scooter gue, namanya si WRR
Banyak hal yang sebenernya pengen gue ceritain, tapi gue bingung mulai dari mana. Untuk Part 1 ini ada baiknya gue ceritain tentang kampus ini dulu aja yaa. Jadi kampus gue ini adalah kampus paling luas se Taiwan dan paling indah, katanya sih. Letaknya di ujung selatan dari pulau Taiwan. Jaraknya sekitar 5 jam dari Taipei kalo lo naik bus. Wilayah kampus memang di setting jauh dari keramaian sehingga suasananya sangat sesuai untuk proses belajar mengajar.
Ini adalah pemandangan yang menyambut lo sesaat setelah masuk gerbang kampus.
Bagi para pecinta photografi, sekolah ini seolah objek yang tak habisnya utuk di explor. Mulai dari padang rumput yang luas, pepohonan hijau, taman-taman lengkap denga air terjun buatan, danau, bunga-bunga yang berwarna warni ketika musim semi, daun-daun yang berguguran di musim gugur, sunset dan sunrise yang indah di musim panas. Berikut ini sedikit hasil jepretan gue yang bis gue bagi di blog ini. 

Bersepeda di sore hari itu sangat asyik.. udaranya benar-benar segar dan bebas polusi :)

Teratai ini salah satu contoh bunga yang tidak mengenal musim. Saat perjalanan pulang dari lab, gue selalu menyempatkan diri untuk berhenti sesaat dan menikmati keindahannya.

Kebun leci terbentang di sepanjang jalan menuju sekolah. Musim panas adalah musim panen buah ini. 

Entah apa nama bunga ini.. saat musim semi, bunga ini bermekaran dengan warna pink yang begitu indah.


Pada musim panas, bunga ini bermekaran begitu indah dengan latar belakang kandang kuda yang selalu asyik dijadikan objek hunting foto.

Ini adalah pemandangan malam dari lantai 5 gedung departemen gue. Gue selalu pergi ke tempat ini saat gue ingin sendiri. 

Ini adalah pemandangan saat supermoon.


Padang rumput, kandang kuda, dan gunung adalah perpadua sempurna tempat ini.  Tak jarang tempat ini dijadikan sebagai tempat foto prawedding.

Sunset di tempat ini sangat menakjubkan. Setiap sore gue bakalan naik ke lantai 5 dorm atau departemen untuk menikmati pemandangan indah ini. 

Ini adalah pemendangan favorit gue. 85 building dengan latar belakang langit senja. Gue bakalan rindu banget pemandangan ini :(

Gedung ini adalah gedung rektorat. Gedung pertama yang gue kunjungi saat datang ke kampus ini. Gedung yang sempurna untuk melihat sunset.


Ini adalah danau sekolah. Banyak ikan koinya, kura-kura & angsanya. Pemandangan sunrise di tempat ini sangat menakjubkan. Tapi gue belum pernah dapat pict.nya. 

Pemandangan sunrise dari atap dorm gue..masih lengkap dengan kabutnya. Setiap pagi gue sempetin buwat motret.

Ini adalah musim gugur. Daun-daun menguning dan berguguran.
Well, itu cuma sedikit cerita yang bisa gue bagikan lewat jepretan-jepretan gue. Untuk cerita-cerita selanjutnya gue sambung besok-besok ya.. 
Dua hari lagi gue bakalan ninggalin sekolah ini. Sedih banget rasanya. Dan gue ga tahu apa yang harus gue lakukan di hari-hari terakhir gue disini.  

Senin, 05 Agustus 2013

Lotus Pond, Kaohsiung

Kaohsiung is the second largest city in Taiwan. There are so many tourist destinations in the city. One of them is quite popular is the Lotus Pond. Lotus Pond is the man-made lake located in Zuoying District. Opened in 1951, it is famous for the lotus plant and nomerous temples around the lake, including the Spring and Autumn Pavilions, The Dragon and Tiger Pagodas, and the Confucian Tample.

Many activities that we can do around the lake, such as walking around the lake, fishing, or even just sit back and enjoy the beautiful scenery. And dont forget to take a picture.Yeah, that's the most important thing that you should do if you go to the new place.. :P




This big atatue is the Beiji Xuantian Shang Di Pavilions, which has a huge painted statue of Emeror of the Dark Heaven.
For the next destination is Wuli Pavilions.



The final stop on my tour around the lake are Dragon and Tiger Pagodas. The Dragon and Tiger Pagodas were some of the craziest temple that I've ever seen. As you approoch the temple there are threatening signs ordering you to enter through the dragon's mouth first, and exit through the lion as this supposedly siymbolises turning your bad luck into good. 



Lotus pond was one of the most uniqe experiences during my time in Taiwan. I'd never seen anything like it before. I think walking through around the lake with your friends or even with your crush is not a bad idea ~^^

Jumat, 12 Juli 2013

Traveling ke LIUQIU Island-Taiwan

Beberapa hari kemaren, kalo ga salah 6 juli 2013... saat-saat hectic dengan penulisan thesis yang udah dikejar-kejar deadline, temanku malah nawarin untuk ikutan jalan-jalan ke pulau kecil di selatan Taiwan. Hmmm, benar-benar oportunity yang ga boleh dilewatin ini. Sedikit refreshing di tengah kesibukan menulis thesis aku rasa sangat penting biar ga terlalalu stress.

Singkat kata, kita berempat berangkat dari asrama NPUST tepat jam 8 pagi dengan mengendarai scooter menuju Pingtung city. Dari pingtung city menuju Dongkang, kita memilih untuk naik bus dengan tiket kurang lebih 86NT. Kalo di kurskan ke rupiah kira-kira 30 ribuan lah. Sesampainya di Dongkan, kita masih harus menyusuri jalan menuju pelabuhan. Dari terminal bus menuju pelabuhan kira-kira membutuhkan 30 menit jalan kaki.

Dan..setelah 30 menit berpanas-panas, sampailah kita di pelabuhan. OMG, ternyata pelabuhan penyeberangan ini sudah penuh sesak dengan orang-orang yang ingin berlibur ke pulau kecil itu.
Apapun itu, yang penting  hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tiket penyeberangan. Nah, bagian inilah yang paling seru. Berbekal bahasa mandarin yang sangat kacau, mulailah temanku berbincang dengan salah satu agen ticket. Cukup sulit memahami pembicaraan mereka, tapi setelah diskusi yang cukup panjang.. akhirnya kita memutuskan untuk membeli tiket terusan dengan fasilitas bus keliling pulau. Total biaya yang harus kita bayar adalah sebesar 680NT sudah termasuk biaya penyeberangan dengan kapal feri, biaya bus keliling pulau, dan biaya ticket untuk masuk ke tiga tempat pariwisata.

Sebenarnya ada banyak pilihan untuk berkeliling pulau ini. Salah satunya yang mungkin paling seru adalah dengan menyewa scooter dan kita bisa berkeliling pulau semau kita. Tapi alangkah sangat tidak beruntungnya karena kita mahasiswa international tidak memiliki driving lisence, so.. kita tidak bisa menyewa scooter.

Oke, kembali ke cerita perjalanan kita. Setelah mengantri sangat lama, datang juga itu kapal feri yang ditunggu-tunggu. Hwaa, udah terbayang laut biru dan pasir putih yang terhampar. So exciting.
Naik ke kapal feri dan 45 menit perjalanan berhasil membuat kita mual-mual..hahaha.

Suasana di dalam kapal penyeberangan.

Pemandangan lut dari atas kapal

Dan.. taraaa, sampailah kita ke Little Liuqiu island.
Kurang lebih seperti inilah penampakan pulau kecil ini.

Pelabuhan di Liuqiu Island

Lautnya bersih dan sangat biruuu...

Another beutiful view in this island..

So full with people
Yukk, belanja topi pantai dulu :P

Satu hal yang sangat membuatku takjub adalah.. pulau ini benar-benar bersih. Tak ada sampah yang berserkan di sana sini. Hmmm, bermimpi suatu saat pantai-pantai di Indonesia juga bisa kek gini.

Okee, waktunya keliling pulau. Bus mana bus...

Tujuan pertama adalah kave, kedua adalah...kave juga, dan ketiga adalah...OMG, masih kave juga..?
Ini bukan wisata gunung kan?
Trus mana pantai dan pasir putihnya??? :'(

Oke, apapun itu mari kita nikmati dulu suguhan yang ada.















 





Jadi, ceritanya adalah.. dari ketga cave yang telah kita jelajahi, ini semcam penjelajahan alam pas kaya kita pramuka dulu. Saranku adalah, jangan membawa tas yang cukup berat dan bawalah air bersama anda sebanyak mungkin. Dan yang penting jangan pakai sepatu berhak tinggi :P

Oke, penjelajahan alamnya sudah cukup. Dan satu hal yang kita  inginkan adalah bermain di pantai dengan ombak dan pasir putih. But, where we can found that?? :'(

Waktunya kembali ke pelabuhan utama, dan let's find what we want.

Sesampainya di pelabuhan utama, dengan berjalan kaki dan bertanya kanan kiri.. mulailah kita mencari-cari apa yang disebut vase rock itu. Vase rock adalah icon utama dari pulau ini. Ya, itu adalah karang yang menjulang dan berbentuk seperti vas bunga. 

Setelah berjalan sekitar setengah jam,, dan taraaaaaaaa.. we found that. 
Akhirnya ada pasir dan kita bisa bisa bermain dengan air laut.. 

This is the Vase rock... 
So beautiful scenery #nosebleed

Bnayak hal yang kita bisa lakukan di tempat, salah satunya adalah diving. Menyelam dan memberi makan ikan-ikan kecil. Tapi kalau kamu ga bisa renang, yaa cukuplah dengan bermain ombak dan yaaa take a picture. Yeah, that is the important thing that we should do. 

Yihaaa, waktunya bernarsis-narsir ria.. :P

Levitasi.. atau lebih tepatnya jumping levitation :P














Dann, setelah capek berlevitasi ria.. 
Kita harus pulang. Ya, kapal terakhir adalah jam 5 sore. Hmm, padahal masih pengen melihat sunset di pulau ini :'(
But, anyway..this is a funtastic place. Beach, cave, sun, sand, wave, and manggo ice cream :D. Such a great holyday. Hope someday I can back to this beutiful island again.