Jumat, 16 Januari 2009

Tepung Ikan


Tepung Ikan adalah ikan atau bagian-bagian ikan yang minyaknya diambil atau tidak, dikeringkan kemudian digiling. Kegunaan utama tepung ikan adalah sebagai bahan campuran pada makanan ternak. Tepung ikan yang bermutu baik harus bebas dari kontaminasi serangga. Jamur, mikroorganisme pathogen. Dalam susunan makanan ternak, tepung ikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan terutama ternak ayam dan babi selain itu juga sebagai komponen makanan ikan.
Tepung ikan yang bermutu baik harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : butiran – butirannya harus seragam, bebas dari sisa – sisa tulang, mata ikan dan benda asing, warna halus bersih, seragam, serta bau khas ikan amis (Afrianto dan Liviawaty, 2005).
Metode kerja yang digunakan dalam pembuatan tepung ikan yaitu, pertama-tama diambil daging ikan kembung menggunakn pisau lalu dibersihkan menggunakan air, setelah itu direbus menggunakan kompor selama ± 30 menit sampai bahan benar-benar hancur, lalu diangkat dan dibiarkan dingin, setelah itu daging ikan tadi dipres dengan kain untuk menghilangkan kadar air didalam bahan. Lalu dioven selama 2 jam dengan suhu 1050C yang berfungsi untuk melunakkan daging ikan kembung, setelah 2 jam daging ikan tadi diambil menggunakan sendok lalu dimasukkan ke dalam blender, yang berfungsi untuk menghaluskan sampel ikan tadi, selah itu diayak menggunakan kertas saring untuk mengambil pertikel-pertikel halus dari ikan yang di blender tadi.
MIKROORGANISME TANAH

Bakteri yang hidup dalam tanah memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mengikat nitrogen dari udara dan mengubah amonium menjadi nitrat. Termasuk dalam golongan ini bakteri berbentuk basil yang mampu membentuk spora. Selain berbentuk batang terdapat pula bakteri berbentuk kokus dan vibrio. Beberapa contoh bakteri tersebut adalah:
· pasteurianum adalah bakteri yang menfiksasi nitrogen dalam keadaan anaerob.
· Clostridium chroococcum, bakteri yang dapat mengikat nitrogen dalam kadaan aerob.
· Nitrobacter yaitu bakteri yang dapat mengubah amonium menjadi nitrat.
· Radicicolas yaitu bakteri yang hidup bersimbiosis dengan Leguminosae.
· Bacillus, dapat mengikat nitrogen, membentuk spora, rentang pHnya 2-8 dengan temperatur -5o C - 75o C.
Tanah terdiri atas hancuran batu-batuan. Partikel-partikel itu ada yang sebesar pasir, ada pula yang sangat halus yang lebih kecil dari 0,02 mm yaitu lumpur. Sifat-sifat tanah bergantung pada besar kecilnya partikel-partikel yang merupakan komponen-komponen tanah tersebut. Tanah mengandung partikel-partikel mineral, sisa-sisa tanaman dan binatang, air, berbagai gas dan komposisi lainnya yang menjadikan tanah tersebut menjadi subur, yang menjamin berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk di bumi
Tanah dengan nilai peroduktivitas tanah yang tinggi, tidak hanya terdiri dari komponen-komponen padat, cair dan udara (gas) saja, akan tetapi harus mengandung jasad hidup tanah yang cukup banyak. Dengan adanya jasad hidup, maka akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, karena jasad hidup memegang peranan penting dalam proses-proses pelapukan bahan organik dalam tanah sehingga unsur hara menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Golongan-golongan utama yang menyusun populasi mikrobiologi tanah terdiri dari golongna flora dan fauna, golongan flora yang meliputi bakteri (autotrof, heterotrof), aktinomisetes, fungi, dan ganggang, golongan fauna meliputi protozoa, binatang berderajat agak lebih tinggi, nemetoda, dan cacing tanah
Semua makhluk hidup memerlukan atom nitrogen untuk pembentukan protein dan berbagai molekul organik esensial lainnya. Udara yang berisi 9% nitrogen berfungsi sebagai penampung bahan ini. Walaupun kebutuhan akan nitrogen itu besar, namun sering kali menjadi unsur yang membatasi makhluk hidup, karena kebanyakan organisme tidak dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk gas N2. Agar tumbuhan dapat membuat protein, tumbuhan harus memperoleh nitrogen dalam bentuk "terfiksasi"(terikat) yaitu tergabung dalam senyawa-senyawa. Bentuk yang paling umum digunakan adalah sebagai ion nitrat, NO3-. Meskipun demikian, substansi lain seperti NH3 dan (NH2)2 CO digunakan secara berhasil baik dalam sistem alam maupun sebagai pupuk dalam pertanian
Nitrat yang tersedia di dalam tanah terbentuknya melalui proses perubahan amonia-nitrogen menjadi bentuk nitrat-nitrogen, proses tersebut dinamakan nitrifikasi, pada perubahan amonia-nitrogen menjadi nitrat NO3- berbagai bakteri autitrof terlibat dan berperan dalam proses ini, terutama dalam oksidasi amonia bebas ke bentuk nitrat.
Penggolongan Bakteri Tanah
Di dalam tanah dan sampah hidup berbagai jazad renik (mikroorganisme) terutama bakteri yang dapat menjadi sumber kontaminan. Untuk mengolongkan berbagai bakteri tanah dikenal berbagai sistem, antara lain yaitu :

Berdasarkan kegiatan fisologisnya
Suatu sistem penggolongan bakteri yang didasarkan kegiatan-kegiatan fisiologis juga sering kali dilaksanakan atau ditentukan dalam studi-studi tanah. Sistem ini menggolongkan bakteri sebagai berikut:
1. Bakteri autotrof
2. Bakteri heterotrof

Pembagian mikrobe tanah menurut Winogradsky
Menurut Winogradsky populasi mikrobe tanah dibagi mejadi beberapa golongan besar yakni
1. Mikrobe otokton
Mikrobe ini merupakan mikrobe-mikrobe setempat atau mikrobe pribumi pada tanah tertentu. Mikrobe ini selalu hidup dan berkembang di tanah atau selalu diperkirakan ditemukan dalam tanah.
2. Mikrobe zimogenik
Mikroba jenis ini berkembang biak karena pengaruh perlakuan khusus pada tanah seperti penambahan bahan-bahan organik, pemupukan dan serasah.
3. Mikrobe transien(penetap sementara),
Mikroba transien terdiri dari mikroorganisme yang diintroduksi ke dalam tanah dengan sengaja. Penambahan ini misalnya dengan inokulasi Leguminosae atau Azotobacter dalam bentuk inokulum hidup. Penambahan mikrobe ini dapat juga karena tidak disengaja seperti pada kasus unsur-unsur penghasil penyakit oleh mikroorganisme pada tanaman dan hewan, kemungkinan segera mati atau kemungkinan bertaham untuk sementara waktu setelah berada di dalam tanah.
Sistem Penggolongan menurut sistem Bergey
Penggolongan mikrobe menurut sistem ini banyak digunakan dan relatif universal. Menurut Bergey’s tahun 1994 kelompok bakteri secara besar digolongkan menjadi 4 kategori besar yakni:
1. Kategori besar I : Eubacteria Gram negatif dengan dinding sel yang terdiri 16 Grup.
2. Kategori besar II :Eubacteria gram positif dengan dinding sel yang terdiri 6 Grup.
3. Kategori besar III :Eubacteria tanpa dinding sel, terdiri hanya 1 Grup saja yakni: Mycoplasma atau Mollicula.

MIKROORGANISME TANAH

Bakteri yang hidup dalam tanah memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mengikat nitrogen dari udara dan mengubah amonium menjadi nitrat. Termasuk dalam golongan ini bakteri berbentuk basil yang mampu membentuk spora. Selain berbentuk batang terdapat pula bakteri berbentuk kokus dan vibrio. Beberapa contoh bakteri tersebut adalah:
· pasteurianum adalah bakteri yang menfiksasi nitrogen dalam keadaan anaerob.
· Clostridium chroococcum, bakteri yang dapat mengikat nitrogen dalam kadaan aerob.
· Nitrobacter yaitu bakteri yang dapat mengubah amonium menjadi nitrat.
· Radicicolas yaitu bakteri yang hidup bersimbiosis dengan Leguminosae.
· Bacillus, dapat mengikat nitrogen, membentuk spora, rentang pHnya 2-8 dengan temperatur -5o C - 75o C.
Tanah terdiri atas hancuran batu-batuan. Partikel-partikel itu ada yang sebesar pasir, ada pula yang sangat halus yang lebih kecil dari 0,02 mm yaitu lumpur. Sifat-sifat tanah bergantung pada besar kecilnya partikel-partikel yang merupakan komponen-komponen tanah tersebut. Tanah mengandung partikel-partikel mineral, sisa-sisa tanaman dan binatang, air, berbagai gas dan komposisi lainnya yang menjadikan tanah tersebut menjadi subur, yang menjamin berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk di bumi
Tanah dengan nilai peroduktivitas tanah yang tinggi, tidak hanya terdiri dari komponen-komponen padat, cair dan udara (gas) saja, akan tetapi harus mengandung jasad hidup tanah yang cukup banyak. Dengan adanya jasad hidup, maka akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, karena jasad hidup memegang peranan penting dalam proses-proses pelapukan bahan organik dalam tanah sehingga unsur hara menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Golongan-golongan utama yang menyusun populasi mikrobiologi tanah terdiri dari golongna flora dan fauna, golongan flora yang meliputi bakteri (autotrof, heterotrof), aktinomisetes, fungi, dan ganggang, golongan fauna meliputi protozoa, binatang berderajat agak lebih tinggi, nemetoda, dan cacing tanah
Semua makhluk hidup memerlukan atom nitrogen untuk pembentukan protein dan berbagai molekul organik esensial lainnya. Udara yang berisi 9% nitrogen berfungsi sebagai penampung bahan ini. Walaupun kebutuhan akan nitrogen itu besar, namun sering kali menjadi unsur yang membatasi makhluk hidup, karena kebanyakan organisme tidak dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk gas N2. Agar tumbuhan dapat membuat protein, tumbuhan harus memperoleh nitrogen dalam bentuk "terfiksasi"(terikat) yaitu tergabung dalam senyawa-senyawa. Bentuk yang paling umum digunakan adalah sebagai ion nitrat, NO3-. Meskipun demikian, substansi lain seperti NH3 dan (NH2)2 CO digunakan secara berhasil baik dalam sistem alam maupun sebagai pupuk dalam pertanian
Nitrat yang tersedia di dalam tanah terbentuknya melalui proses perubahan amonia-nitrogen menjadi bentuk nitrat-nitrogen, proses tersebut dinamakan nitrifikasi, pada perubahan amonia-nitrogen menjadi nitrat NO3- berbagai bakteri autitrof terlibat dan berperan dalam proses ini, terutama dalam oksidasi amonia bebas ke bentuk nitrat.
Penggolongan Bakteri Tanah
Di dalam tanah dan sampah hidup berbagai jazad renik (mikroorganisme) terutama bakteri yang dapat menjadi sumber kontaminan. Untuk mengolongkan berbagai bakteri tanah dikenal berbagai sistem, antara lain yaitu :

Berdasarkan kegiatan fisologisnya
Suatu sistem penggolongan bakteri yang didasarkan kegiatan-kegiatan fisiologis juga sering kali dilaksanakan atau ditentukan dalam studi-studi tanah. Sistem ini menggolongkan bakteri sebagai berikut:
1. Bakteri autotrof
2. Bakteri heterotrof

Pembagian mikrobe tanah menurut Winogradsky
Menurut Winogradsky populasi mikrobe tanah dibagi mejadi beberapa golongan besar yakni
1. Mikrobe otokton
Mikrobe ini merupakan mikrobe-mikrobe setempat atau mikrobe pribumi pada tanah tertentu. Mikrobe ini selalu hidup dan berkembang di tanah atau selalu diperkirakan ditemukan dalam tanah.
2. Mikrobe zimogenik
Mikroba jenis ini berkembang biak karena pengaruh perlakuan khusus pada tanah seperti penambahan bahan-bahan organik, pemupukan dan serasah.
3. Mikrobe transien(penetap sementara),
Mikroba transien terdiri dari mikroorganisme yang diintroduksi ke dalam tanah dengan sengaja. Penambahan ini misalnya dengan inokulasi Leguminosae atau Azotobacter dalam bentuk inokulum hidup. Penambahan mikrobe ini dapat juga karena tidak disengaja seperti pada kasus unsur-unsur penghasil penyakit oleh mikroorganisme pada tanaman dan hewan, kemungkinan segera mati atau kemungkinan bertaham untuk sementara waktu setelah berada di dalam tanah.
Sistem Penggolongan menurut sistem Bergey
Penggolongan mikrobe menurut sistem ini banyak digunakan dan relatif universal. Menurut Bergey’s tahun 1994 kelompok bakteri secara besar digolongkan menjadi 4 kategori besar yakni:
1. Kategori besar I : Eubacteria Gram negatif dengan dinding sel yang terdiri 16 Grup.
2. Kategori besar II :Eubacteria gram positif dengan dinding sel yang terdiri 6 Grup.
3. Kategori besar III :Eubacteria tanpa dinding sel, terdiri hanya 1 Grup saja yakni: Mycoplasma atau Mollicula.
SANITASI DAN HYGIENE

Sampai saat ini, penyebab ditolaknya produk perikanan di pasaran internasional adalah karena sanitasi dan hygiene yang kurang baik terutama akibat pencemaran lingkungan. Sanitasi dalam perusahaan perikanan merupakan usaha pengontrolan semua kondisi dan aktifitas dalam pabrik serta jalannya proses agar bebas dari mikroorganisme penghasil penyakit dan benda asing.
Sanitasi adalah usaha-usaha pecegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan berkaitan dengan usaha pengendalian penyakit yang ditularkan melalui makanan. Sedangkan higienis adalah usaha pengendalian penyakit yang ditularkan melalui makanan. Dalam industri pengolahan pangan, sanitasi meliputi kegiatan-kegiatan aseptis dalam persiapan pengolahan, pengemasan produk, kebersihan lingkungan dan kesejahteraan kerja.
Pabrik pengolahan pangan harus menerapkan sistem sanitasi pekerja, alat, dan ruang, untuk memenuhi standar ekspor. Sanitasi pekerja misalnya, sebelum masuk ruang produksi harus menggunakan pakaian kerja, penutup kepala, dan sepatu boot yang bersih. Selain itu para pekerja diwajibkan mencuci tangan menggunakan air hangat yang telah disediakan, dengan tujuan untuk menghindarkan produk dari kontaminasi bakteri yang berasal dari tangan pekerja. Untuk sanitasi ruang dilengkapi dengan alat penghalau serangga (berupa alat yang menyerupai lampu berwarna ungu), agar tidak masuk kedalam ruang produksi. Sanitasi alat misalnya dengan pencucian.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menerapkan sanitasi ini adalah:
· Sanitasi alat
Alat-alat yang digunakan dalam pengolahan pangan khususnya yang langsung kontak dengan pangan dapat mencemari pangan jika kotor. Oleh karena itu, peralatan pengolahan pangan harus dijaga agar selalu tetap bersih untuk menghindari pencemaran bahaya fisik, kimia, maupun biologis dari peralatan kepada pangan.
· Sanitasi Pekerja
Karyawan yang bekerja diruang pengolahan makanan harus selalu dalam keadaan bersih, menggunakan baju kerja, serta penutup kepala dan sepatu tidak boleh dibawa keluar dari pabrik. Karyawan yang sakit atau diduga masih membawa penyakit, baru sembuh dari penyakit hendaknya dibebaskan dari pekerjaan yang berhubungan langsung dengan makanan karena mikroba dapat mencemari makanan. Karyawan yang sakit hendaknya diistirahatkan.
· Sanitasi Air
Air yang yang digunakan harus memenuhi standar air minum yaitu harus memenuhi kriteria baik secara kimiawi maupun fisik untuk mendeteksi terdapatnya bahan kimia beracun melelui analisis kimia, kriteria bekteriologis yang menunjukkan adanya pencemaran dalam air seperti Eschericia colli, Coliform, Sterptococcus, Salmonella. Serta kriteria radiologis yang menunjukkan terdapatnya sisa-sisa radioaktif yang tidak boleh ada sama sekali dalam minum.
· Sanitasi Ruang dan Udara
Udara dan ruangan harus bersih dari serangga seperti lalat maupun mikroorganisme patogen yang dapat mencemari bahan pangan.
SHIGELLA

Anggota marga shigella adalah pathogen yang menyebabkan disentri basiler. Marga ini dibagi menjadi 4 jenis anak kelompok dan masing-masing jenis mungkin dibagi menjadi sterotipe-sterotipe. Semua shigella tidak bergerak. Shigella sonnei adalah memfermentasikan laktosa lambat, tetapi tidak ada jenis shigella lain yang dapat memfermentasikan laktosa. Organisme shigella tidak dapat membentuk H2S. manusisa merupakan satu-satunya iang alam untuk shigella. Manusia jadi terinfeksi setelah menelan makanan yang terkontaminasi (Volk and Weeler, 1984).
Menurut Buckle (1987), Shigella termasuk golongan enterobacteriaccae dan terdapat empat spesies yaitu Shigella sonnei, Sh. Boydii, Sh. Flexneri, dan Sh. Dysenteriae dan sel- sel ini adalah gram negative, tidak bergerak, membentuk batang dan bersifat fakultatif anaerob. Shigella dapat mengakibatkan infeksi akut dari usus yang ditandai oleh diare yang disertai dengan demam dan muntah-muntah. Masa inkubasi 1-7 hari. Sel-sel tersebut menyerang jaringan epitel usus menyebabkan ulserasi (luka-luka) sehingga kotoran sering kali bercampur darah, lendir dan tanah. Shigella tidak terdapt pada hewan, sehingga terdapat pada bahan pangan adalah sebagai akibat pencemaran oleh pengelola yang telah teinfeksi atau air yang tercemar. Karena ruang ekologis organisme ini adalah usus manusia, maka air tercemar melalui kotoran.
Jenis-jenis Shigella menurut Volk and Wheeler(1984), adalah sebagai berikut:
· Shigella dysenteriae, mengekresi neuro toksin dan enterotoksin yang kuat. Neurotoksin dicirikan oleh kelumpuhan dan kematian.
· Shigella sinnei, adalah jenis yang sering menginfeksi pada orang dewasa biasanya ringan dan terbatas sendiri oleh karena itu tidak scara rutin diobati dengan antibiotika. S. sinnei dapat menyebabkan diare yang hebat pada bayi yang baru dilahirkan.
· Shigella flexneri jarang dijumpai di Amerika serikat tetapi jenis yang paling menonjol dijumpai pada bangsa-bangsa yang sedang berkembang.
· Shigella boydii
· Shigella dysenteriae.