MIKROORGANISME TANAH
Bakteri yang hidup dalam tanah memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mengikat nitrogen dari udara dan mengubah amonium menjadi nitrat. Termasuk dalam golongan ini bakteri berbentuk basil yang mampu membentuk spora. Selain berbentuk batang terdapat pula bakteri berbentuk kokus dan vibrio. Beberapa contoh bakteri tersebut adalah:
· pasteurianum adalah bakteri yang menfiksasi nitrogen dalam keadaan anaerob.
· Clostridium chroococcum, bakteri yang dapat mengikat nitrogen dalam kadaan aerob.
· Nitrobacter yaitu bakteri yang dapat mengubah amonium menjadi nitrat.
· Radicicolas yaitu bakteri yang hidup bersimbiosis dengan Leguminosae.
· Bacillus, dapat mengikat nitrogen, membentuk spora, rentang pHnya 2-8 dengan temperatur -5o C - 75o C.
Tanah terdiri atas hancuran batu-batuan. Partikel-partikel itu ada yang sebesar pasir, ada pula yang sangat halus yang lebih kecil dari 0,02 mm yaitu lumpur. Sifat-sifat tanah bergantung pada besar kecilnya partikel-partikel yang merupakan komponen-komponen tanah tersebut. Tanah mengandung partikel-partikel mineral, sisa-sisa tanaman dan binatang, air, berbagai gas dan komposisi lainnya yang menjadikan tanah tersebut menjadi subur, yang menjamin berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk di bumi
Tanah dengan nilai peroduktivitas tanah yang tinggi, tidak hanya terdiri dari komponen-komponen padat, cair dan udara (gas) saja, akan tetapi harus mengandung jasad hidup tanah yang cukup banyak. Dengan adanya jasad hidup, maka akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, karena jasad hidup memegang peranan penting dalam proses-proses pelapukan bahan organik dalam tanah sehingga unsur hara menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Golongan-golongan utama yang menyusun populasi mikrobiologi tanah terdiri dari golongna flora dan fauna, golongan flora yang meliputi bakteri (autotrof, heterotrof), aktinomisetes, fungi, dan ganggang, golongan fauna meliputi protozoa, binatang berderajat agak lebih tinggi, nemetoda, dan cacing tanah
Semua makhluk hidup memerlukan atom nitrogen untuk pembentukan protein dan berbagai molekul organik esensial lainnya. Udara yang berisi 9% nitrogen berfungsi sebagai penampung bahan ini. Walaupun kebutuhan akan nitrogen itu besar, namun sering kali menjadi unsur yang membatasi makhluk hidup, karena kebanyakan organisme tidak dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk gas N2. Agar tumbuhan dapat membuat protein, tumbuhan harus memperoleh nitrogen dalam bentuk "terfiksasi"(terikat) yaitu tergabung dalam senyawa-senyawa. Bentuk yang paling umum digunakan adalah sebagai ion nitrat, NO3-. Meskipun demikian, substansi lain seperti NH3 dan (NH2)2 CO digunakan secara berhasil baik dalam sistem alam maupun sebagai pupuk dalam pertanian
Nitrat yang tersedia di dalam tanah terbentuknya melalui proses perubahan amonia-nitrogen menjadi bentuk nitrat-nitrogen, proses tersebut dinamakan nitrifikasi, pada perubahan amonia-nitrogen menjadi nitrat NO3- berbagai bakteri autitrof terlibat dan berperan dalam proses ini, terutama dalam oksidasi amonia bebas ke bentuk nitrat.
Penggolongan Bakteri Tanah
Di dalam tanah dan sampah hidup berbagai jazad renik (mikroorganisme) terutama bakteri yang dapat menjadi sumber kontaminan. Untuk mengolongkan berbagai bakteri tanah dikenal berbagai sistem, antara lain yaitu :
Berdasarkan kegiatan fisologisnya
Suatu sistem penggolongan bakteri yang didasarkan kegiatan-kegiatan fisiologis juga sering kali dilaksanakan atau ditentukan dalam studi-studi tanah. Sistem ini menggolongkan bakteri sebagai berikut:
1. Bakteri autotrof
2. Bakteri heterotrof
Pembagian mikrobe tanah menurut Winogradsky
Menurut Winogradsky populasi mikrobe tanah dibagi mejadi beberapa golongan besar yakni
1. Mikrobe otokton
Mikrobe ini merupakan mikrobe-mikrobe setempat atau mikrobe pribumi pada tanah tertentu. Mikrobe ini selalu hidup dan berkembang di tanah atau selalu diperkirakan ditemukan dalam tanah.
2. Mikrobe zimogenik
Mikroba jenis ini berkembang biak karena pengaruh perlakuan khusus pada tanah seperti penambahan bahan-bahan organik, pemupukan dan serasah.
3. Mikrobe transien(penetap sementara),
Mikroba transien terdiri dari mikroorganisme yang diintroduksi ke dalam tanah dengan sengaja. Penambahan ini misalnya dengan inokulasi Leguminosae atau Azotobacter dalam bentuk inokulum hidup. Penambahan mikrobe ini dapat juga karena tidak disengaja seperti pada kasus unsur-unsur penghasil penyakit oleh mikroorganisme pada tanaman dan hewan, kemungkinan segera mati atau kemungkinan bertaham untuk sementara waktu setelah berada di dalam tanah.
Sistem Penggolongan menurut sistem Bergey
Penggolongan mikrobe menurut sistem ini banyak digunakan dan relatif universal. Menurut Bergey’s tahun 1994 kelompok bakteri secara besar digolongkan menjadi 4 kategori besar yakni:
1. Kategori besar I : Eubacteria Gram negatif dengan dinding sel yang terdiri 16 Grup.
2. Kategori besar II :Eubacteria gram positif dengan dinding sel yang terdiri 6 Grup.
3. Kategori besar III :Eubacteria tanpa dinding sel, terdiri hanya 1 Grup saja yakni: Mycoplasma atau Mollicula.