Minggu, 03 Mei 2009

PRODUK PERIKANAN UNGGULAN

SurimiSurimi adalah produk olahan, hasil perikanan setengah jadi berupa hancuran daging ikan beku yang telah mengalami proses, pelumeran (leaching), pengepresan, penambahan bahan tambahan, pengepakan. Dari produk daging lumat seperti bakso, sosis, siomay dan sebagainya. Tebuat dari daging ikan fresh sehingga terjaga kualitasnya. Diproses secara higienis. Tersedia surimi ikan, surimi kepiting, dan surimi udang.


Takoyaki octopus balls adalah snack bulat berdiameter 3-5 cm yang diisi dengan potongan gurita di dalamnya, disajikan dengan saus.
Terbuat dari daging ikan tuna segar yang terjaga kualitasnya. Dipadukan dengan bumbu spesial menjadikan takoyaki yang satu ini berbeda dengan yang lain.. Selain rasanya yang lezat, dapatkan pula
manfaat dari gizi ikan tuna yang begitu tinggi. Mau....????


NoriNori digunakan sebagai hiasan dan penyedap berbagai macam masakan Jepang, lauk sewaktu makan nasi, dan bahan makanan ringan seperti senbei . Bahan baku adalah alga jenis Porphyra seperti Porphyra pseudolinearis Ueda yang dikenal sebagai Iwanori dan Porphyra yezoensis Ueda.Terbuat dari rumput laut pilihan. Proses penjemuran secara alami tanpa tambahan bahan pengawet apapun. Tersedia dalam berbagai macam ukuran...


Baso IkanTeksturnya yang lembut membuat baso ini benar-benar memanjakan lidah. Terbuat dari ikan tuna segar. Tanpa tambahan bahan pengawet atau bahan bahan pengenyal... Jadi dijamin aman.. Enak, dan Bergizi tentunya. Ikan tuna mengandung protein yang tinggi, berbagai macam mineral dan vitamin. Dan yang paling penting mengandung lemak tak jenuh omega 3 yang bermanfaat untuk perkmbangan otak.


Agar-Agar rumput lautRumput laut sarat manfaat dapat. Kandungan seratnya yang tinggi dapat membantu melancarkan pencernaan. Selain itu, kandungan iodium yang terdapat pada rumput laut dapat meningkatkan kecerdasan otak... Wahh, keren banget kan
manfaat rumput laut bagi kita..makanya jangan sampai lupa sertakan agar-agar rumput laut dalam menu harian kalian :D


EkadoAdalah produk olahan yang dibuat dari daging ikan ynag dicincang dengan penambahan tepung dan bumbu-bumbu. Spesifikasi dari produk ini adalah adonan daging ikan dibungkus dengan kulit pangsit dan dibentuk seperti kantong yang bagian atasnya di ikat dengan daun kucai. Ekado merupakan produk yang siap untuk dihidangkan (ready to serve product). Tau khan, klo ikan itu kandungan gizinya tinggi. Selain protein, vitamin dan mineralnya juga tinggi. Ekado dibuat dari ikan segar pilihan..jadi, pasti enak dan bergizi.



Lumpia UdangUdang dapat diolah menjadi berbagai makanan baik makanan basah maupun camilan. Salah satunya dapat diolah menjadi lumpia. Jika biasanya isi lumpia adalah daging ayam, kini lumpia dapat dinikmati dengan isian udang. Selain rasanya yang lezat, udang juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Udang yang digunakan adalah udang segar yang bermutu tinggi dan tentunya bebas dari khloramfenikol lho... Jadi dijamin aman dan bergizi.


Sushi
Adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut , dan sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.
Sushi yang satu ini tentunya berbedas dengan yang lain. Menggunakan bahan baku ikan segar pilihan dan tentunya bebas dari formalin. Selain enak juga aman dan memiliki gizi yang tinggi.


Katsuobushi Adalah makanan awetan berbahan baku ikan cakalang (katsuo). Katsuobushi diserut menjadi seperti serutan kayu untuk diambil kaldunya yang merupakan bahan dasar makanan Jepang, ditaburkan di atas makanan sebagai penyedap rasa, atau dimakan begitu saja sebagai teman makan nasi.
Katsuobushi kaya dengan vitamin B kompleks dan banyak mengandung inosine dan unsur umami sehingga selalu digunakan di Jepang sebagai bumbu dapur atau penyedap. Dalam istilah orang Jepang, umami adalah rasa "lezat" yang merupakan rasa tambahan dari empat rasa utama yang umum: manis, asam, asin, dan pahit.

Tempura UdangDimasak secara higienis menggunakan bahan baku udang segar pilihan. Tidak mengandung chloramfenikol yang dapat membahayakan kesehatan. Lebih renyah dan tentunya bergizi tinggi. Cocok untuk lauk maupun dimakan sebagai camilan. Udang mengandung protein rendah lemak dan rendah kalori. Meski mengandung kolesterol tinggi, udang tak banyak mengandung lemak jenuh. Udang juga mengandung vitamin B 12 dan seng, iodin dan berbagai mineral lainnya.




Sabtu, 02 Mei 2009

Fisheries Product (Lumpia Udang)



Udang dapat diolah menjadi berbagai makanan baik makanan basah maupun camilan. Salah satunya dapat diolah menjadi lumpia. Jika biasanya isi lumpia adalah daging ayam, kini lumpia dapat dinikmati dengan isian udang. Selain rasanya yang lezat, udang juga memiliki nilai gizi yang tinggi.


Berikut adalah cara pembuatan lumpia udang
  • 40 lbr kulit lumpia ukuran 12x 12 cm100 gr rebung200 gr udang kupas, haluskan2 siung bawang putih, cincang halus1/2 sdt gula pasir1/2 sdt garam1/2 sdt lada bubuk1/4 sdm minyak wijen2 sdt tepung sagu1/2 btg daun bawang, iris halus1 putih telur, untuk perekat minyak goreng
  • Rebus rebung beberapa kali sampai hilang baunya, angkat dan tiriskan. Setelah dingin iris kasar.
  • Buat isi: campur udang, bawang putih, gula pasir, garam, lada, dan minyak wijen, aduk rata.
  • Masukkan tepung sagu, uleni sampai rata, tambahkan daun bawang dan rebung, aduk rata.
  • Ambil selembar kulit lumpia, taruh 1 sdm adonan isi di 2/3 bagian kulit, tekuk sisi kiri dan kanan, gulung, rekatkan pinggirnya dengan putih telur, gulungPanaskan minyak, goreng beberapa lumpia dengan api kecil, hingga kering kecokelatan.
  • Sajikan dengan saus sambal.
    Untuk 40 bh

Fisheries Product (SURIMI)


SURIMIIkan dapat diolah menjadi berbagai variasi makanan, baik makanan instan maupun setengah jadi. Salah satu contohnya adalah diolah menjadi surimi. Surimi adalah produk olahan, hasil perikanan setengah jadi berupa hancuran daging ikan beku yang telah mengalami proses, pelumeran (leaching), pengepresan, penambahan bahan tambahan, pengepakan. Dari produk daging lumat seperti bakso, sosis, siomay dan sebagainya. Kali ini kita akan coba membahas cara pembuatan Surimi Ikan

 

Bahan Baku dan BumbuIkanUmumnya jenis ikan yang digunakan untuk surimi dari jenis yang kurang ekonomis / kurang dimanfaatkan dan dari jenis ikan yang berdaging putih, karena ikan yang berdaging putih mempunyai elastisitas yang tinggi. Jenis ikan yang berdaging putih anatara lain ikan cunang-cunang, manyung, pisang-pisang, ekor kuning, kurisi dan gumlah.BumbuGaram 0,2 – 0,3 %
Gula pasir 3 %
Poliphospat 0,2 % 

Proses Pengolahan
  • Penyiangan dan pencucian. Ikan segar disiangi dengan cara membuang kepala dan isi perut, kemudian dicuci bersih. Sayatlah ikan memanjang pada bagian punggung lalu lakukan pengambilan daging dengan cara menyerok dengan menggunakan sendok.
  • Leaching. Proses leaching meliputi : pencucian daging ikan yang dilumatkan dengan air es ( air dingin ) dan diberi sedikit garam ( 0,2 – 0,3 %). Perbandingan ikan dengan air dingin 1 : 4 dan perendaman dilakukan selama 15 menit sambil di aduk-aduk. Proses leaching tersebut, sebaiknya dilakukan 2 – 3 kali ulangan perendaman. Dengan perlakuan leaching akan dapat memperbaiki warna daging.
  • Pengepresan dan PenggilinganIkan yang telah di leaching di pres dengan cara memerasnya dengan menggunakan kain biasa. Haluskan / lumatkan daging ikan tersebut dengan menggunakan gilingan atau blender hingga di dapat daging lumat halus menyerupai bentuk pasta. Pada saat pelumatan ini tambahankan gula 3 % dan poliposphate 0,2 %.
    4. PembekuanSurimi telah selesai diproses kemudain dikemas dalam kemasan plastik danbekukan dalam freezer

Fisheries Product (KATSUOBUSHI)















KATSUOBUSHI
Adalah makanan awetan berbahan baku ikan cakalang (katsuo). Katsuobushi diserut menjadi seperti serutan kayu untuk diambil kaldunya yang merupakan bahan dasar makanan Jepang, ditaburkan di atas makanan sebagai penyedap rasa, atau dimakan begitu saja sebagai teman makan nasi.
Katsuobushi yang sudah diserut tipis, berwarna coklat muda hingga merah jambu sedikit bening umumnya dijual dalam kemasan plastik. Katsuobushi sebagai penyedap makanan biasanya ditaburkan di atas hiyayako (tahu dingin), okonomiyaki dan takoyaki. Katsuobushi yang sudah diserut disebut kezuribushi.
Katsuobushi disebut juga ikan kayu karena ikan cakalang yang sudah diolah menjadi sangat keras seperti kayu, sehingga sebelum digunakan harus diserut dengan alat ketam.
Ikan dibelah menjadi 2 bagian untuk membuang bagian tulang, menyisakan bagian daging ikan berbentuk lengkungan seperti kapal yang disebut fushi . Daging ikan kemudian diproses sehingga produk akhirnya disebut katsuobushi.
Pemrosesan terdiri dari berbagai tahap, sebutan untuk ikan cakalang yang hanya direbus dan dikeringkan adalah namaribushi. Tahap selanjutnya adalah memproses namaribushi dengan cara pengasapan atau pengasapan untuk menumbuhkan berjenis-jenis kapang di atas permukaannya. Produk akhir yang sering digunakan dalam masakan Jepang adalah katsuobushi yang mengalami pengapangan dan namaribushi.
Katsuobushi kaya dengan vitamin B kompleks dan banyak mengandung inosine dan unsur umami sehingga selalu digunakan di Jepang sebagai bumbu dapur atau penyedap. Dalam istilah orang Jepang, umami adalah rasa "lezat" yang merupakan rasa tambahan dari empat rasa utama yang umum: manis, asam, asin, dan pahit.

Fisheries Product (NORI)


NORI Adalah nama dalam bahasa Jepang untuk bahan makanan berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Nori digunakan sebagai hiasan dan penyedap berbagai macam masakan Jepang, lauk sewaktu makan nasi, dan bahan makanan ringan seperti senbei . Bahan baku adalah alga jenis Porphyra seperti Porphyra pseudolinearis Ueda yang dikenal sebagai Iwanori dan Porphyra yezoensis Ueda.
Walaupun warna tidak dapat dijadikan pegangan kualitas, lembaran nori berkualitas tinggi umumnya berwarna hitam kehijauan, sedangkan nori berkualitas lebih rendah berwarna hijau hingga hijau muda.

Nori dikemas dalam kemasan kantong plastik, botol plastik atau kaleng kedap udara karena sifat Nori yang mudah kehilangan rasa garing dan mudah menjadi lembab. Ajitsuke Nori (Okazu Nori) lebih mudah menjadi lembab dibandingkan Nori biasa, oleh sebab itu Ajitsuke Nori biasanya dikemas dalam bungkusan-bungkusan kecil yang hanya berisi beberapa lembar Nori ukuran mini. Walaupun kemasan Nori banyak menggunakan gel silika dan bahan-bahan lain sebagai penyerap kelembaban, Nori yang sudah dibuka kemasannya sebaiknya segera dihabiskan secepat mungkin sebelum menjadi lembab dan tidak enak.

Cara tradisional pembuatan Nori:
  • Rumput laut hasil panen ditumbuk sampai menjadi bubur

  • Bubur rumput laut dilebarkan seperti kertas di atas papan

  • Nori dijemur di bawah sinar matahari hinga kering

Fisheries Product (SUSHI)















SUSHI

adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.

BAHAN :
  • 1 resep nasi Jepang
  • 6 ekor udang besar, kupas / 200 gr tuna fillet, iris tipis
  • 100 ml air
  • 1 sdt garam
  • 200 ml air es
  • 1 sdm cuka beras
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 4 sdm wijen sangrai
  • 50 ml cuka beras
  • 2 sdt gula pasir
PELENGKAP:
  • Wasabi
  • Acar jahe
  • 1 resep saus sushi
CARA MEMBUAT:
  • Panaskan air dan garam, masukkan udang sambil ditekan agar tidak melengkung, tiriskan, rendam dalam air es.
  • Aduk cuka beras dan gula pasir, rendam udang selama 5 menit, tiriskan, iris dengan pisau tajam hingga pipih.
  • Untuk tuna: potong tuna fillet persegi 2x5 cm, iris tipis.
  • Ambil 1 sdm nasi sushi, padatkan sambil dibentuk agak oval, gulingkan di wijen sangrai.
  • Letakkan udang pipih atau tuna di atasnya, sajikan dengan pelengkap.
  • Untuk 20 buahh.

Fisheries Product (Tempura Udang)
















Tempura Udang


Bahan:

  • 10 ekor udang dikupas kulitnya
  • 1 buah terung potong tipis
  • 1 buah wortel, potong tipis
  • 1 buah bawang bombay, potong bulat
  • 4 tangkai peterseli, potong kuntum
  • 100 gram tepung koromo + 200 ml air es + 1 butir putih telur
  • Minyak goreng secukupnya
Saus:
  • 200 ml air kaldu
  • 2 sendok makan kecap hitam
  • 1 sendok makan gula
  • 1 sendok makan mirin/ang ciu
  • (semua bahan dicampur)
Cara membuat:
1. Siapkan semua bahan. Rendam air es.
2. Siapkan adonan koromo.
3. Udang , sayuran dicelup koromo. Goreng.
4. Sajikan dengan saus celup.

Fisheries Product (TAKOYAKI)

Takoyaki (Octopus Balls)
octopus balls adalah snack bulat berdiameter 3-5 cm yang diisi dengan potongan gurita di dalamnya, disajikan dengan saus.








Bahan isi takoyaki :
  • Baby octopus (bayi gurita) 200 gram, rebus dan cincang
  • Tenkasu (rice crispy) secukupnya
Bahan adonan dasar takoyaki :
  • Air 400 ml
  • Konbu 10 cm, potong selebar 2 cm
  • Katsuo-bushi 15 gram
  • Tepung terigu protein rendah 200 gram
  • Putih telur 4 butir
  • Kuning telur 2 butir
  • Margarin 2 sendok makan
Pendamping takoyaki :
  • Bulldog saus 50 ml
  • Saus inggris 25 ml
  • Mayones 50 gram
  • Benishoga (acar jahe) secukupnya
Cara membuat adonan dasar takoyaki :
  1. Masukkan konbu dalam panci, masak di atas api kecil. Angkat beberapa saat sebelum air mendidih.
  2. Campur katsuo-bushi dalam air rebusan konbu sambil di aduk selama 2 menit. Saring dan dinginkan.
  3. Campur terigu, telur dan garam. Tuang air kaldu, aduk hingga rata. Sisihkan.
Cara membuat takoyaki :
  1. Tuang adonan takoyaki pada cetakan yang sudah diolesi dengan margarin hingga penuh.
  2. Taburi bagian atasnya dengan rice crispy dan masukkan baby octopus (bayi gurita). Masak di atas api kecil.
  3. Bila sudah setengah matang, balik adonan dengan bantuan tusuk sate/ tusuk besi.
  4. Masak hingga berwarna kecoklatan. Angkat dan sajikan bersama saus pendamping dan benishoga.
Untuk 15 buah

Fisheries Produk ( Agar- Agar Rumput Laut)

Agar- Agar Rumput Lautroduk agar-agar diperoleh dari ekstraksi satu jenis rumput laut saja dan campuran berbagai macam rumput laut. Hasil agar-agar dari campuran ini bermutu, tidak kalah dengan agar-agar yang dihasilkan dari satu jenis saja. Keberhasilan itu dikarenakan komposisinya telah sesuai.
Pembuatan agar-agar tidak sulit, peralatan dan bahan mudah diperoleh. Oleh karena itu sangat bila petani rumput laut juga mengolah agar-agar. Langkah-langkah pembuatan agar-agar diuraikan di bawah ini dan hasil akhirnya berupa tepung, batangan, atau lembaran. Adapun cara pengolahan rumput laut menjadi agar-agar sebagai berikut.

Pencucian dan Pembersihan
Rumput laut dicuci dengan air tawar sampai bersih. Kotoran yang menempel seperti pasir, karang, lumpur dan rumput laut jenis lain dihilangkan.

Perendaman dan Pemucatan
Perendaman dilakukan agar rumput laut menjadi lunak, sehingga proses ekstraksi nantinya dapat berjalan dengan baik. Caranya rumput laut direndam dalam air murni sebanyak 20 kali berat rumput laut selama 3 hari. Setelah itu pemucatan dilakukan dengan direndam dalam larutan kaporit 0,25 % atau larutan kapur tohor 5 % sambil diaduk, setelah 4 – 6 jam, rumput laut dicuci kembali selama 3 jam untuk menghilangkan bau kaporit. Rumput laut yang telah bersih dan pucat dikeringkan selama 2 hari, sampai tahap ini rumput laut dapat disimpan lebih dulu bila tidak segera diolah.

Pelembutan
Untuk lebih memudahkan ekstrasi, dinding sel perlu dipecah dengan ditambah H2SO4 selama 15 menit. Banyaknaya H2SO4 tergantung pada jenis rumput laut, yaitu Gracilaria 5 – 10 %. Gelidium 15 % dan Hypnea 25 %. Bila tidak ada asam sulfat dapat digunakan asam asetat, asam sitrat, buah asam atau daun asam. Oleh karena asam sulfat ini berbahaya, maka diperlukan pencucian dengan cara rumput laut direndam dlam air bersih selama 15 menit kemudian ditiriskan.

Pemasakan
Rumput laut dimasak dalam air sebanyak 40 kali berat rumput laut. Setelah mendidih ( 90 – 100 C ),kita tambahkan asam cuka 05 % untuk memperoleh pH 6 – 7. Bila > 7, pH nya diturunkan dengan penambahan asam cuka dan bila <>

Proses Pengolahan Agar-agar Batangan / Lembaran
  • Pengepresan dan Pencetakan. Hasil dari pemasakan kemudian disaring dengan kain belacu dan dipres. Cairan yang keluar ditampung dalam bejana dan dinetralkan dengan penambahan air soda sehingga pHnya menjadi 7 – 7,5. Bila pH sudah tercapai, cairan kemudian dimasak kembali sambil diaduk. Setelah mendidih, hasilnya dituangkan kedalam cetakan, kira-kira 6 jam agar-agar sudah dingin dan membeku. Ampas hasil pengepresan dapat digunakan lagi dengan cara ditambahkan air sebanyak 75 % dari jumlah air semula, kemudian ampas itu dipanaskan dan disaing. Cairan yang keluar dapat digunakan sebagai campuran dalam proses selanjutnya, sehingga pada akhirnya ada ampas yang tidak bisa dipakai lagi. Ampas ini dapat digunakan sebagai makanan ternak.
  • Pendinginan. Cairan yang telah beku didinginkan dalam ruangan pendingin pada suhu – 20 C selama 4 – 5 hari. Pendinginan ini dilakukan agar pemadatan benar-benar terjadi dengan sempurna.
  • Pengeringan. Agar-agar dikeluarkan dari cetakan. Hasil yang diperoleh adalah agar-agar batangan. Bila dinginkan agar-agar berbentuk lembaran, agar-agar batangan dipotong setebal 0,5 cm. Sebagai alat pemotong dapat digunakan kawat halus dari baja, agar-agar batangan atau lembaran kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.
  • Pengepakan. Agar-agar yang betul-betul kering dimasukkan dalam kantong plastik dengan berat masing-masing 10 gram. Bahan yang dipakai untuk membuat agar-agar kertas berupa rumput laut dari jenis Grasilaria sp. Dalam proses pembuatannya, rumput laut ini dicuci dengan air tawar sampai bersih, kemudian direndam dalam air kapur. Setelah 20 menit, dijemur memakai alas dari kain kasa. Lama penjemuran dapat hanya satu hari, tetapi dapat juga sampai 3 hari, tergantung dari intensitas matahari. Prinsipnya rumput laut benar-benar kering.

Jumat, 01 Mei 2009

Fisheries Product (EKADO)

Ekado
Ekado adalah produk olahan yang dibuat dari daging iakn ynag dicincang dengan penambahan tepung dan bumbu-bumbu. Spesifikasi dari produk ini adalah adonan daging ikan dibungkus dengan kulit pangsit dan dibentuk seperti kantong yang bagian atasnya di ikat dengan daun kucai. Ekado merupakan produk yang siap untuk dihidangkan (ready to serve product)

Bahan Baku dan Bahan TambahanPada umumnya bahan baku ynag digunkan adalah ikan kembung atau ekor kuning. Persyaratan bahan baku yang terpenting adalah kesegaran ikan tersebut. Bahan tambahan yang digunakan yaitu tepung tapioka sebanyak 5%. Kulit pangsit sebagai pembungkus (+ 50 lembar untuk 500 gram adonan daging ikan)
Bumbu-bumbu sebagai berikut :
- Garam 1,5 – 2 %
- Gula 1,5 – 2 %
- Minyak wijen 3 %
- Bawang Bombay 5%
- Bawang putih 3 %
- Merica halus 0,5 %
- Bumbu masak 1 %
- Daun bawang secukupnya



Cara Pembuatan Ekado
  • Ikan difillet, direndam air dingin selama 5 menit sampai 10 menit,
    buang kulitnya
  • Peras fillet ikan yang telah direndam dengan menggunakan kain
    saring atau alat pengepres
  • Daging ikan dicincang kasar-kasar (tidak terlalu halus)
  • Bawang putih, bawang bombay dan dun bawang diiris / cincang halus
  • Campurkan daging ikan yang telah dicincang dengan bumbu : garam,
    gula, merica halus, minyak wijin, tepung tapioka dan bumbu masak. Kemudian
    tambahkan bawang putih, bawang bombay dan daun bawang
  • Ambil selembar air pangsit, kemudian letakkan satu sendok makan
    adonan daging diatasnya. Bungkusdengan bentuk seperti kantong lalau ikan
    dengan daun kucai (sebelum digunakan daun kucai dilayukan dahulu
  • Ekado siap dibekukan dan disimpan dalam suhu rendah, selai
    dibekukan ekado juga bisa dapat langsung digoreng dan disajikan dengan
    sambal dan saus tomat]
  • Ekado siap dibekukan dan disimpan dalam suhu rendah, selai
    dibekukan ekado juga dapat langsung digoreng dan disajikan dengan sambal
    dan saos tomat

Fisheries Product (BASO IKAN)














BASO IKAN

Diversifikasi ikan menjadi berbagai macam produk olahan diperlukan untuk meningkatkan nilai ekonominya. Salah satunya yaitu dapat diolah menjadi baso ikan.

Bahan :
300 gram daging ikan tenggiri, dihaluskan
25 gram sagu aren
50 gram sagu tani
100 gram es batu
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
3 sdm bawang goreng

Cara membuat :
  • Blender daging ikan tenggiri, garam, merica, dan es batu.
  • Angka lalu masukkan bawang goreng, sagu aren, sagu tani sambil diuleni dan dibanting-banting.
  • Bulatkan lalu rebus dalam air mendidih hingga terapung.
Untuk 30 butir.


Jumat, 16 Januari 2009

Tepung Ikan


Tepung Ikan adalah ikan atau bagian-bagian ikan yang minyaknya diambil atau tidak, dikeringkan kemudian digiling. Kegunaan utama tepung ikan adalah sebagai bahan campuran pada makanan ternak. Tepung ikan yang bermutu baik harus bebas dari kontaminasi serangga. Jamur, mikroorganisme pathogen. Dalam susunan makanan ternak, tepung ikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan terutama ternak ayam dan babi selain itu juga sebagai komponen makanan ikan.
Tepung ikan yang bermutu baik harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : butiran – butirannya harus seragam, bebas dari sisa – sisa tulang, mata ikan dan benda asing, warna halus bersih, seragam, serta bau khas ikan amis (Afrianto dan Liviawaty, 2005).
Metode kerja yang digunakan dalam pembuatan tepung ikan yaitu, pertama-tama diambil daging ikan kembung menggunakn pisau lalu dibersihkan menggunakan air, setelah itu direbus menggunakan kompor selama ± 30 menit sampai bahan benar-benar hancur, lalu diangkat dan dibiarkan dingin, setelah itu daging ikan tadi dipres dengan kain untuk menghilangkan kadar air didalam bahan. Lalu dioven selama 2 jam dengan suhu 1050C yang berfungsi untuk melunakkan daging ikan kembung, setelah 2 jam daging ikan tadi diambil menggunakan sendok lalu dimasukkan ke dalam blender, yang berfungsi untuk menghaluskan sampel ikan tadi, selah itu diayak menggunakan kertas saring untuk mengambil pertikel-pertikel halus dari ikan yang di blender tadi.
MIKROORGANISME TANAH

Bakteri yang hidup dalam tanah memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mengikat nitrogen dari udara dan mengubah amonium menjadi nitrat. Termasuk dalam golongan ini bakteri berbentuk basil yang mampu membentuk spora. Selain berbentuk batang terdapat pula bakteri berbentuk kokus dan vibrio. Beberapa contoh bakteri tersebut adalah:
· pasteurianum adalah bakteri yang menfiksasi nitrogen dalam keadaan anaerob.
· Clostridium chroococcum, bakteri yang dapat mengikat nitrogen dalam kadaan aerob.
· Nitrobacter yaitu bakteri yang dapat mengubah amonium menjadi nitrat.
· Radicicolas yaitu bakteri yang hidup bersimbiosis dengan Leguminosae.
· Bacillus, dapat mengikat nitrogen, membentuk spora, rentang pHnya 2-8 dengan temperatur -5o C - 75o C.
Tanah terdiri atas hancuran batu-batuan. Partikel-partikel itu ada yang sebesar pasir, ada pula yang sangat halus yang lebih kecil dari 0,02 mm yaitu lumpur. Sifat-sifat tanah bergantung pada besar kecilnya partikel-partikel yang merupakan komponen-komponen tanah tersebut. Tanah mengandung partikel-partikel mineral, sisa-sisa tanaman dan binatang, air, berbagai gas dan komposisi lainnya yang menjadikan tanah tersebut menjadi subur, yang menjamin berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk di bumi
Tanah dengan nilai peroduktivitas tanah yang tinggi, tidak hanya terdiri dari komponen-komponen padat, cair dan udara (gas) saja, akan tetapi harus mengandung jasad hidup tanah yang cukup banyak. Dengan adanya jasad hidup, maka akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, karena jasad hidup memegang peranan penting dalam proses-proses pelapukan bahan organik dalam tanah sehingga unsur hara menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Golongan-golongan utama yang menyusun populasi mikrobiologi tanah terdiri dari golongna flora dan fauna, golongan flora yang meliputi bakteri (autotrof, heterotrof), aktinomisetes, fungi, dan ganggang, golongan fauna meliputi protozoa, binatang berderajat agak lebih tinggi, nemetoda, dan cacing tanah
Semua makhluk hidup memerlukan atom nitrogen untuk pembentukan protein dan berbagai molekul organik esensial lainnya. Udara yang berisi 9% nitrogen berfungsi sebagai penampung bahan ini. Walaupun kebutuhan akan nitrogen itu besar, namun sering kali menjadi unsur yang membatasi makhluk hidup, karena kebanyakan organisme tidak dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk gas N2. Agar tumbuhan dapat membuat protein, tumbuhan harus memperoleh nitrogen dalam bentuk "terfiksasi"(terikat) yaitu tergabung dalam senyawa-senyawa. Bentuk yang paling umum digunakan adalah sebagai ion nitrat, NO3-. Meskipun demikian, substansi lain seperti NH3 dan (NH2)2 CO digunakan secara berhasil baik dalam sistem alam maupun sebagai pupuk dalam pertanian
Nitrat yang tersedia di dalam tanah terbentuknya melalui proses perubahan amonia-nitrogen menjadi bentuk nitrat-nitrogen, proses tersebut dinamakan nitrifikasi, pada perubahan amonia-nitrogen menjadi nitrat NO3- berbagai bakteri autitrof terlibat dan berperan dalam proses ini, terutama dalam oksidasi amonia bebas ke bentuk nitrat.
Penggolongan Bakteri Tanah
Di dalam tanah dan sampah hidup berbagai jazad renik (mikroorganisme) terutama bakteri yang dapat menjadi sumber kontaminan. Untuk mengolongkan berbagai bakteri tanah dikenal berbagai sistem, antara lain yaitu :

Berdasarkan kegiatan fisologisnya
Suatu sistem penggolongan bakteri yang didasarkan kegiatan-kegiatan fisiologis juga sering kali dilaksanakan atau ditentukan dalam studi-studi tanah. Sistem ini menggolongkan bakteri sebagai berikut:
1. Bakteri autotrof
2. Bakteri heterotrof

Pembagian mikrobe tanah menurut Winogradsky
Menurut Winogradsky populasi mikrobe tanah dibagi mejadi beberapa golongan besar yakni
1. Mikrobe otokton
Mikrobe ini merupakan mikrobe-mikrobe setempat atau mikrobe pribumi pada tanah tertentu. Mikrobe ini selalu hidup dan berkembang di tanah atau selalu diperkirakan ditemukan dalam tanah.
2. Mikrobe zimogenik
Mikroba jenis ini berkembang biak karena pengaruh perlakuan khusus pada tanah seperti penambahan bahan-bahan organik, pemupukan dan serasah.
3. Mikrobe transien(penetap sementara),
Mikroba transien terdiri dari mikroorganisme yang diintroduksi ke dalam tanah dengan sengaja. Penambahan ini misalnya dengan inokulasi Leguminosae atau Azotobacter dalam bentuk inokulum hidup. Penambahan mikrobe ini dapat juga karena tidak disengaja seperti pada kasus unsur-unsur penghasil penyakit oleh mikroorganisme pada tanaman dan hewan, kemungkinan segera mati atau kemungkinan bertaham untuk sementara waktu setelah berada di dalam tanah.
Sistem Penggolongan menurut sistem Bergey
Penggolongan mikrobe menurut sistem ini banyak digunakan dan relatif universal. Menurut Bergey’s tahun 1994 kelompok bakteri secara besar digolongkan menjadi 4 kategori besar yakni:
1. Kategori besar I : Eubacteria Gram negatif dengan dinding sel yang terdiri 16 Grup.
2. Kategori besar II :Eubacteria gram positif dengan dinding sel yang terdiri 6 Grup.
3. Kategori besar III :Eubacteria tanpa dinding sel, terdiri hanya 1 Grup saja yakni: Mycoplasma atau Mollicula.

MIKROORGANISME TANAH

Bakteri yang hidup dalam tanah memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mengikat nitrogen dari udara dan mengubah amonium menjadi nitrat. Termasuk dalam golongan ini bakteri berbentuk basil yang mampu membentuk spora. Selain berbentuk batang terdapat pula bakteri berbentuk kokus dan vibrio. Beberapa contoh bakteri tersebut adalah:
· pasteurianum adalah bakteri yang menfiksasi nitrogen dalam keadaan anaerob.
· Clostridium chroococcum, bakteri yang dapat mengikat nitrogen dalam kadaan aerob.
· Nitrobacter yaitu bakteri yang dapat mengubah amonium menjadi nitrat.
· Radicicolas yaitu bakteri yang hidup bersimbiosis dengan Leguminosae.
· Bacillus, dapat mengikat nitrogen, membentuk spora, rentang pHnya 2-8 dengan temperatur -5o C - 75o C.
Tanah terdiri atas hancuran batu-batuan. Partikel-partikel itu ada yang sebesar pasir, ada pula yang sangat halus yang lebih kecil dari 0,02 mm yaitu lumpur. Sifat-sifat tanah bergantung pada besar kecilnya partikel-partikel yang merupakan komponen-komponen tanah tersebut. Tanah mengandung partikel-partikel mineral, sisa-sisa tanaman dan binatang, air, berbagai gas dan komposisi lainnya yang menjadikan tanah tersebut menjadi subur, yang menjamin berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk di bumi
Tanah dengan nilai peroduktivitas tanah yang tinggi, tidak hanya terdiri dari komponen-komponen padat, cair dan udara (gas) saja, akan tetapi harus mengandung jasad hidup tanah yang cukup banyak. Dengan adanya jasad hidup, maka akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, karena jasad hidup memegang peranan penting dalam proses-proses pelapukan bahan organik dalam tanah sehingga unsur hara menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Golongan-golongan utama yang menyusun populasi mikrobiologi tanah terdiri dari golongna flora dan fauna, golongan flora yang meliputi bakteri (autotrof, heterotrof), aktinomisetes, fungi, dan ganggang, golongan fauna meliputi protozoa, binatang berderajat agak lebih tinggi, nemetoda, dan cacing tanah
Semua makhluk hidup memerlukan atom nitrogen untuk pembentukan protein dan berbagai molekul organik esensial lainnya. Udara yang berisi 9% nitrogen berfungsi sebagai penampung bahan ini. Walaupun kebutuhan akan nitrogen itu besar, namun sering kali menjadi unsur yang membatasi makhluk hidup, karena kebanyakan organisme tidak dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk gas N2. Agar tumbuhan dapat membuat protein, tumbuhan harus memperoleh nitrogen dalam bentuk "terfiksasi"(terikat) yaitu tergabung dalam senyawa-senyawa. Bentuk yang paling umum digunakan adalah sebagai ion nitrat, NO3-. Meskipun demikian, substansi lain seperti NH3 dan (NH2)2 CO digunakan secara berhasil baik dalam sistem alam maupun sebagai pupuk dalam pertanian
Nitrat yang tersedia di dalam tanah terbentuknya melalui proses perubahan amonia-nitrogen menjadi bentuk nitrat-nitrogen, proses tersebut dinamakan nitrifikasi, pada perubahan amonia-nitrogen menjadi nitrat NO3- berbagai bakteri autitrof terlibat dan berperan dalam proses ini, terutama dalam oksidasi amonia bebas ke bentuk nitrat.
Penggolongan Bakteri Tanah
Di dalam tanah dan sampah hidup berbagai jazad renik (mikroorganisme) terutama bakteri yang dapat menjadi sumber kontaminan. Untuk mengolongkan berbagai bakteri tanah dikenal berbagai sistem, antara lain yaitu :

Berdasarkan kegiatan fisologisnya
Suatu sistem penggolongan bakteri yang didasarkan kegiatan-kegiatan fisiologis juga sering kali dilaksanakan atau ditentukan dalam studi-studi tanah. Sistem ini menggolongkan bakteri sebagai berikut:
1. Bakteri autotrof
2. Bakteri heterotrof

Pembagian mikrobe tanah menurut Winogradsky
Menurut Winogradsky populasi mikrobe tanah dibagi mejadi beberapa golongan besar yakni
1. Mikrobe otokton
Mikrobe ini merupakan mikrobe-mikrobe setempat atau mikrobe pribumi pada tanah tertentu. Mikrobe ini selalu hidup dan berkembang di tanah atau selalu diperkirakan ditemukan dalam tanah.
2. Mikrobe zimogenik
Mikroba jenis ini berkembang biak karena pengaruh perlakuan khusus pada tanah seperti penambahan bahan-bahan organik, pemupukan dan serasah.
3. Mikrobe transien(penetap sementara),
Mikroba transien terdiri dari mikroorganisme yang diintroduksi ke dalam tanah dengan sengaja. Penambahan ini misalnya dengan inokulasi Leguminosae atau Azotobacter dalam bentuk inokulum hidup. Penambahan mikrobe ini dapat juga karena tidak disengaja seperti pada kasus unsur-unsur penghasil penyakit oleh mikroorganisme pada tanaman dan hewan, kemungkinan segera mati atau kemungkinan bertaham untuk sementara waktu setelah berada di dalam tanah.
Sistem Penggolongan menurut sistem Bergey
Penggolongan mikrobe menurut sistem ini banyak digunakan dan relatif universal. Menurut Bergey’s tahun 1994 kelompok bakteri secara besar digolongkan menjadi 4 kategori besar yakni:
1. Kategori besar I : Eubacteria Gram negatif dengan dinding sel yang terdiri 16 Grup.
2. Kategori besar II :Eubacteria gram positif dengan dinding sel yang terdiri 6 Grup.
3. Kategori besar III :Eubacteria tanpa dinding sel, terdiri hanya 1 Grup saja yakni: Mycoplasma atau Mollicula.
SANITASI DAN HYGIENE

Sampai saat ini, penyebab ditolaknya produk perikanan di pasaran internasional adalah karena sanitasi dan hygiene yang kurang baik terutama akibat pencemaran lingkungan. Sanitasi dalam perusahaan perikanan merupakan usaha pengontrolan semua kondisi dan aktifitas dalam pabrik serta jalannya proses agar bebas dari mikroorganisme penghasil penyakit dan benda asing.
Sanitasi adalah usaha-usaha pecegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan berkaitan dengan usaha pengendalian penyakit yang ditularkan melalui makanan. Sedangkan higienis adalah usaha pengendalian penyakit yang ditularkan melalui makanan. Dalam industri pengolahan pangan, sanitasi meliputi kegiatan-kegiatan aseptis dalam persiapan pengolahan, pengemasan produk, kebersihan lingkungan dan kesejahteraan kerja.
Pabrik pengolahan pangan harus menerapkan sistem sanitasi pekerja, alat, dan ruang, untuk memenuhi standar ekspor. Sanitasi pekerja misalnya, sebelum masuk ruang produksi harus menggunakan pakaian kerja, penutup kepala, dan sepatu boot yang bersih. Selain itu para pekerja diwajibkan mencuci tangan menggunakan air hangat yang telah disediakan, dengan tujuan untuk menghindarkan produk dari kontaminasi bakteri yang berasal dari tangan pekerja. Untuk sanitasi ruang dilengkapi dengan alat penghalau serangga (berupa alat yang menyerupai lampu berwarna ungu), agar tidak masuk kedalam ruang produksi. Sanitasi alat misalnya dengan pencucian.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menerapkan sanitasi ini adalah:
· Sanitasi alat
Alat-alat yang digunakan dalam pengolahan pangan khususnya yang langsung kontak dengan pangan dapat mencemari pangan jika kotor. Oleh karena itu, peralatan pengolahan pangan harus dijaga agar selalu tetap bersih untuk menghindari pencemaran bahaya fisik, kimia, maupun biologis dari peralatan kepada pangan.
· Sanitasi Pekerja
Karyawan yang bekerja diruang pengolahan makanan harus selalu dalam keadaan bersih, menggunakan baju kerja, serta penutup kepala dan sepatu tidak boleh dibawa keluar dari pabrik. Karyawan yang sakit atau diduga masih membawa penyakit, baru sembuh dari penyakit hendaknya dibebaskan dari pekerjaan yang berhubungan langsung dengan makanan karena mikroba dapat mencemari makanan. Karyawan yang sakit hendaknya diistirahatkan.
· Sanitasi Air
Air yang yang digunakan harus memenuhi standar air minum yaitu harus memenuhi kriteria baik secara kimiawi maupun fisik untuk mendeteksi terdapatnya bahan kimia beracun melelui analisis kimia, kriteria bekteriologis yang menunjukkan adanya pencemaran dalam air seperti Eschericia colli, Coliform, Sterptococcus, Salmonella. Serta kriteria radiologis yang menunjukkan terdapatnya sisa-sisa radioaktif yang tidak boleh ada sama sekali dalam minum.
· Sanitasi Ruang dan Udara
Udara dan ruangan harus bersih dari serangga seperti lalat maupun mikroorganisme patogen yang dapat mencemari bahan pangan.
SHIGELLA

Anggota marga shigella adalah pathogen yang menyebabkan disentri basiler. Marga ini dibagi menjadi 4 jenis anak kelompok dan masing-masing jenis mungkin dibagi menjadi sterotipe-sterotipe. Semua shigella tidak bergerak. Shigella sonnei adalah memfermentasikan laktosa lambat, tetapi tidak ada jenis shigella lain yang dapat memfermentasikan laktosa. Organisme shigella tidak dapat membentuk H2S. manusisa merupakan satu-satunya iang alam untuk shigella. Manusia jadi terinfeksi setelah menelan makanan yang terkontaminasi (Volk and Weeler, 1984).
Menurut Buckle (1987), Shigella termasuk golongan enterobacteriaccae dan terdapat empat spesies yaitu Shigella sonnei, Sh. Boydii, Sh. Flexneri, dan Sh. Dysenteriae dan sel- sel ini adalah gram negative, tidak bergerak, membentuk batang dan bersifat fakultatif anaerob. Shigella dapat mengakibatkan infeksi akut dari usus yang ditandai oleh diare yang disertai dengan demam dan muntah-muntah. Masa inkubasi 1-7 hari. Sel-sel tersebut menyerang jaringan epitel usus menyebabkan ulserasi (luka-luka) sehingga kotoran sering kali bercampur darah, lendir dan tanah. Shigella tidak terdapt pada hewan, sehingga terdapat pada bahan pangan adalah sebagai akibat pencemaran oleh pengelola yang telah teinfeksi atau air yang tercemar. Karena ruang ekologis organisme ini adalah usus manusia, maka air tercemar melalui kotoran.
Jenis-jenis Shigella menurut Volk and Wheeler(1984), adalah sebagai berikut:
· Shigella dysenteriae, mengekresi neuro toksin dan enterotoksin yang kuat. Neurotoksin dicirikan oleh kelumpuhan dan kematian.
· Shigella sinnei, adalah jenis yang sering menginfeksi pada orang dewasa biasanya ringan dan terbatas sendiri oleh karena itu tidak scara rutin diobati dengan antibiotika. S. sinnei dapat menyebabkan diare yang hebat pada bayi yang baru dilahirkan.
· Shigella flexneri jarang dijumpai di Amerika serikat tetapi jenis yang paling menonjol dijumpai pada bangsa-bangsa yang sedang berkembang.
· Shigella boydii
· Shigella dysenteriae.